jika, segalanya berubah bersama waktu,
jika, segala mimpi terbang bersama dirimu,
jika, kau dan aku tak ditakdirkan,
adakah dirimu akan tetap disisku,
menatap mataku seperti dulu?
meraih mimpi bersama dan genggam tangan ku sehangat dulu?
memeluk tubuhku erat seperti dulu?
menjamah asa bersama mentari dan rembulan?
adakah kau tak kan berubah untukku?
meski nanti aku tak disisimu,
maukah kau tak beranjak dari sisiku?
jika saat aku pergi,
maukah kau sejenak menunggu?
hingga tiba datangku?
dan maukah kau pahami diriku?
di saat teregoisku?
dan maukah kau menjadi pundakku?
saat tak ada lagi bagiku tempat besandar?
maukah kau jadi penerangku?
di saat-saat terkelam hidupku?
aku,
mungkin terlalu tak tahu diri.
untuk meminta terlalu banyak hal dari mu,,
aku,
mungkin hanya bisa berharap dari mu,
mungkin yg bisa kulakukan adalah hal yg kuminta darimu,
melakukannya dengan sebaik mungkin,,
mungkin aku hanya bisa berdiri disisimu,
saat tak ada lagi yg berdiri untukmu,
mungkin,,dan mungkin,,
segalanya hanya mungkin,,
namun adakah kan kau usahakan tuk menepatinya?
layaknya diriku?
sahabat?
Tuesday, October 20, 2009
POSA???apa tuh??
Weleh,,,
tahun ini.,,
ada festifal OLGA diskulah w,,
Nama pendek nya POSA,,
btapa pusing nya ngrus POsA??
gmn nggak,,
berhubung w jadi DJ jadi2an,,
w ditugasin nyari music wat back sound,,
bertangggung jawab wat lagu apa yg bakal dipake,,
pi naas nasib w,,
peraturan skulah menetapkan, gak boleh ada music disco dan semacacmnya!!
lagu yg ada liriknya juga nggak boleh!!
jadi DJ macem apa w,,DJ g boleh ngedisco,,
bgai sayur asam tanpa garam klo kata inul daratista,,
berhubung aliran music w yg rada metal, and anak2 pada nyruh nyari lagu yg bersemangt,,
jdi w coba nyari,,pi sama skali nggak ada yg masuk kriteria music w, anak2, atau keduanya,,
semuanya mellow...and nggak ada semangat-semangat nya!!!
padahal w dah ngorbanin semuanya!!
diledekin anak2 gra2 ketemuan ma anak yg dipacok2in ma w,,
w lakuin,,
ngorbanin jatah waktu keluar asrma yang cuman 2 kali seminggu,,
w lakuin,,,
pi semua nya sia-sia!!
yg w dapetin g banyak,,
hiks,,
w bner-bner merana,,
ckckckc,,,
ni kayaknya emang dah jadi takdir POSA w,,yg ngereppotin abis,,
tahun ini.,,
ada festifal OLGA diskulah w,,
Nama pendek nya POSA,,
btapa pusing nya ngrus POsA??
gmn nggak,,
berhubung w jadi DJ jadi2an,,
w ditugasin nyari music wat back sound,,
bertangggung jawab wat lagu apa yg bakal dipake,,
pi naas nasib w,,
peraturan skulah menetapkan, gak boleh ada music disco dan semacacmnya!!
lagu yg ada liriknya juga nggak boleh!!
jadi DJ macem apa w,,DJ g boleh ngedisco,,
bgai sayur asam tanpa garam klo kata inul daratista,,
berhubung aliran music w yg rada metal, and anak2 pada nyruh nyari lagu yg bersemangt,,
jdi w coba nyari,,pi sama skali nggak ada yg masuk kriteria music w, anak2, atau keduanya,,
semuanya mellow...and nggak ada semangat-semangat nya!!!
padahal w dah ngorbanin semuanya!!
diledekin anak2 gra2 ketemuan ma anak yg dipacok2in ma w,,
w lakuin,,
ngorbanin jatah waktu keluar asrma yang cuman 2 kali seminggu,,
w lakuin,,,
pi semua nya sia-sia!!
yg w dapetin g banyak,,
hiks,,
w bner-bner merana,,
ckckckc,,,
ni kayaknya emang dah jadi takdir POSA w,,yg ngereppotin abis,,
w benci,,
w benci, saat w harus nangis,,
w benci, saat w harus sedih,,
w benci, waktu tau orang yg w sayang bukan milik w lagi,,
w benci, waktu tau orang yg w sayng and w sayangin pergi ninggalin w,,
w benci, waktu tau semuanya palsu,,
w benci, waktu tau klo g ada orang disamping w lagi,,
w benci, harus sendirian,,
w benci, buat tau klo hidup g secantik yg ada diotak w,,
w benci, buat tau klo yang udah w jalanin cuman kayak mimpi,,
w benci, waktu tau klo Tuhan itu bener ada,,
w benci, waktu tau apa alasan w hidup dan alesan itu tiba-tiba lenyap,,
w benci, waktu tau kalo g semua yang w mau bisa w raih,,
w benci, waktu tau klo sahabat w nggak setia sperti yang w bayangin,,
w benci, harus ngomong jujur padahal itu bkal nyakitin hati orng lain,,
w benci, harus bikin hati orang lain sakit,,
w benci, harus disakitin kesekian kalinya,,
w benci, waktu tau idup w ancur banget,,
w benci, waktu tau semuanya disaat yg g tepat atau terlambat,,
w benci, waktu tau ternyata w nggak tau apa-apa,,
benci,,benci,,benci,,knapa begitu bnyak hal yg w benci,,knpa nggak w yg lenyap aja dari dunia??biar semua kata benci itu juga musnah,,??
w mau ngadu sama sapa lagi??
w mau ngomong sama sapa lagi??
w mau nangisin apa lagi??
w mau nangis di pundak sapa lagi??
w mau lampiasin semua ini sama sapa lagi??
tu kan,,w nggak tau apa-apa lagi,,
huft,,
sekali lagi,,,
w benci, waktu tau kalo w nggak tau apa-apa!!!!!
w benci, saat w harus sedih,,
w benci, waktu tau orang yg w sayang bukan milik w lagi,,
w benci, waktu tau orang yg w sayng and w sayangin pergi ninggalin w,,
w benci, waktu tau semuanya palsu,,
w benci, waktu tau klo g ada orang disamping w lagi,,
w benci, harus sendirian,,
w benci, buat tau klo hidup g secantik yg ada diotak w,,
w benci, buat tau klo yang udah w jalanin cuman kayak mimpi,,
w benci, waktu tau klo Tuhan itu bener ada,,
w benci, waktu tau apa alasan w hidup dan alesan itu tiba-tiba lenyap,,
w benci, waktu tau kalo g semua yang w mau bisa w raih,,
w benci, waktu tau klo sahabat w nggak setia sperti yang w bayangin,,
w benci, harus ngomong jujur padahal itu bkal nyakitin hati orng lain,,
w benci, harus bikin hati orang lain sakit,,
w benci, harus disakitin kesekian kalinya,,
w benci, waktu tau idup w ancur banget,,
w benci, waktu tau semuanya disaat yg g tepat atau terlambat,,
w benci, waktu tau ternyata w nggak tau apa-apa,,
benci,,benci,,benci,,knapa begitu bnyak hal yg w benci,,knpa nggak w yg lenyap aja dari dunia??biar semua kata benci itu juga musnah,,??
w mau ngadu sama sapa lagi??
w mau ngomong sama sapa lagi??
w mau nangisin apa lagi??
w mau nangis di pundak sapa lagi??
w mau lampiasin semua ini sama sapa lagi??
tu kan,,w nggak tau apa-apa lagi,,
huft,,
sekali lagi,,,
w benci, waktu tau kalo w nggak tau apa-apa!!!!!
Monday, October 19, 2009
tak mengerti akan cinta,,
aku tak pernah mengerti akan hati dan cinta yg datang,pergi,dan segalanya tenggelam.
aku tak pernah sanggup berharap tanpa bulir bening air mata.
aku tak pernah merasa eksitensinya hingga segalanya begitu menyentuh kalbu.
dalam derita cinta,ia yang tak henti.
aku mengengadah,,
aku inginkan jiwa yg tak pernah kembali..
aku inginkan sesuatau yg nyata sekaligus semu..
aku hanya dapatkan fatamorgana,yg datang sekilas dan menghilang.
dalam langit sendu dan harap-harap kasih.
dalam denyut jantung yg berdetak dan henti.
aku, berdoa,,
namun segalanya sia-sia,,
sabda tak lagi berguna.
kata tak sanggup terurai,dan segalanya pergi menyusul senyap nya hari,,
dalam derita ku yang bagai punguk merindu rembulannya.
ku coba menyambangi cinta yg berpendar melebihi mentari.
mencoba menggapai,namun diriku tahu dan mengerti dengan sangat jelas.
bahwa aku bahkan tak ada apa-apanya.
semakin terperosok dan terhempas dalam.
aku hilang dan pias..
derita yg tak terjamah,makna yag tak lagi bermakna dalam logika.
inginkan cinta yg lebih hak.
namun adakah pantas aku mencinta?
sedang pada akhirnya ku jabar berjuta tanya tuk hindari segala cinta!!
adakah cinta??
lantas aku bertanya lagi adakah cinta??
sedang aku tak pernah dan tak mampu mendapatkannya.
meski ku daki sejuta puncak tertinggi tuk gapai sebuah cinta.
pada akhirnya aku terperosok dan patahkan sayapku dalam..
aku..
hilang, lenyap,,
aku tak pernah sanggup berharap tanpa bulir bening air mata.
aku tak pernah merasa eksitensinya hingga segalanya begitu menyentuh kalbu.
dalam derita cinta,ia yang tak henti.
aku mengengadah,,
aku inginkan jiwa yg tak pernah kembali..
aku inginkan sesuatau yg nyata sekaligus semu..
aku hanya dapatkan fatamorgana,yg datang sekilas dan menghilang.
dalam langit sendu dan harap-harap kasih.
dalam denyut jantung yg berdetak dan henti.
aku, berdoa,,
namun segalanya sia-sia,,
sabda tak lagi berguna.
kata tak sanggup terurai,dan segalanya pergi menyusul senyap nya hari,,
dalam derita ku yang bagai punguk merindu rembulannya.
ku coba menyambangi cinta yg berpendar melebihi mentari.
mencoba menggapai,namun diriku tahu dan mengerti dengan sangat jelas.
bahwa aku bahkan tak ada apa-apanya.
semakin terperosok dan terhempas dalam.
aku hilang dan pias..
derita yg tak terjamah,makna yag tak lagi bermakna dalam logika.
inginkan cinta yg lebih hak.
namun adakah pantas aku mencinta?
sedang pada akhirnya ku jabar berjuta tanya tuk hindari segala cinta!!
adakah cinta??
lantas aku bertanya lagi adakah cinta??
sedang aku tak pernah dan tak mampu mendapatkannya.
meski ku daki sejuta puncak tertinggi tuk gapai sebuah cinta.
pada akhirnya aku terperosok dan patahkan sayapku dalam..
aku..
hilang, lenyap,,
Sunday, October 18, 2009
tanyakan
bertanyalah!!
pada diriku!
pada dirimu!
kau!
aku!
tanyakan!
yg kau lakukan,,
yang ku benci,,
melebur,,
meredam,
meledakkan emosi,
darah suci,
tertumpah,
dan apa yg kau lakukan?
berdiri di sudut itu!!
hanya berdiri!
tanpa ekspresi?
puaskah?
dirimu,,
pada diriku!
pada dirimu!
kau!
aku!
tanyakan!
yg kau lakukan,,
yang ku benci,,
melebur,,
meredam,
meledakkan emosi,
darah suci,
tertumpah,
dan apa yg kau lakukan?
berdiri di sudut itu!!
hanya berdiri!
tanpa ekspresi?
puaskah?
dirimu,,
hero-Enrique Iglesias
Let me be your hero
Would you dance,
If I asked you to dance?
Would you run,
And never look back?
Would you cry,
If you saw me crying?
And would you save my soul, tonight?
Would you tremble,
If I touched your lips?
Would you laugh?
Oh please tell me this.
Now would you die,
For the one you love?
Hold me in your arms, tonight.
I can be your hero, baby.
I can kiss away the pain.
I will stand by you forever.
You can take my breath away.
Would you swear,
That youll always be mine?
Or would you lie?
Would you run and hide?
Am I in too deep?
Have I lost my mind?
I dont care...
Youre here, tonight.
I can be your hero, baby.
I can kiss away the pain.
I will stand by you forever.
You can take my breath away.
Oh, I just wanna to hold you.
I just wanna to hold you.
Oh yeah.
Am I in too deep?
Have I lost my mind?
Well I dont care...
Youre here, tonight.
I can be your hero, baby.
I can kiss away the pain.
I will stand by your forever.
You can take my breath away.
I can be your hero.
I can kiss away the pain.
And I will stand by you, forever.
You can take my breath away.
You can take my breath away.
I can be your hero.
Would you dance,
If I asked you to dance?
Would you run,
And never look back?
Would you cry,
If you saw me crying?
And would you save my soul, tonight?
Would you tremble,
If I touched your lips?
Would you laugh?
Oh please tell me this.
Now would you die,
For the one you love?
Hold me in your arms, tonight.
I can be your hero, baby.
I can kiss away the pain.
I will stand by you forever.
You can take my breath away.
Would you swear,
That youll always be mine?
Or would you lie?
Would you run and hide?
Am I in too deep?
Have I lost my mind?
I dont care...
Youre here, tonight.
I can be your hero, baby.
I can kiss away the pain.
I will stand by you forever.
You can take my breath away.
Oh, I just wanna to hold you.
I just wanna to hold you.
Oh yeah.
Am I in too deep?
Have I lost my mind?
Well I dont care...
Youre here, tonight.
I can be your hero, baby.
I can kiss away the pain.
I will stand by your forever.
You can take my breath away.
I can be your hero.
I can kiss away the pain.
And I will stand by you, forever.
You can take my breath away.
You can take my breath away.
I can be your hero.
Sunday, September 27, 2009
Tentang Cinta Dan Mimpi Panjang
Aku ingin mencintai laki-laki yang menyayangiku apa adanya. Bukan laki-laki yang memandangku hanya dari tubuhku, atau bagaimana cara memanfaatkannya. Aku tak pernah meminta banyak hal. Hanya cinta. Terlalu banyak kah?
Aku menangisi hariku. Menangisi kesalahan yang hari ini telah ku perbuat. Bercinta dengan pacar-pacar ku. Tuhan, aku ingin berhenti melakukan ini semua. Untuk kesekian kalinya aku menangisi kesalahan yang tak kulakukan. Aku mulai asing dengean hari-hari ku. Dan tentu saja, diriku.
Aku tak pernah mengerti kenapa harus diriku yang dikaruniai kelebihan yang menurutku unik pada awalnya. Namun, hal yang berusaha ku kendalikan, merusak ku. Perlahan. Aku memiliki kepribadian ganda. Tak banyak yang tahu akan hal ini. Aku selalu ingin terjaga. Bagaimanapun keadaan ku. Aku berusaha tak melamun, berkonsentrasi penuh pada apa yang kualakukan. Karna suatu saat tanpa sadar, kepribadian ku yang lain muncul.
Aku menyayangi kepribadian itu sekaligus membencinya. Dia adalah diriku. Namun aku merasa asing dengannya. Namaku nixie, dan kepribadian ku yang lain menamainya nicky. Nicky adalah pribadi yang tegar, cuek, cerdas, penuh perhitungan dalam hal-hal yang dia kerjakan. Terlihat seperti pribadi yang menarik dan misterius. Namun satu yang kubenci darinya. Kegilaannya! Dia tak kan peduli hal itu salah atau benar jika menyukainya. Dia akan melakukannya apapun halangannya. Dan makhluk ini sangat menyukai hal-hal gila. Dia senang melanggar peraturan.
Dia membuatku terlihat berbeda. Cerdas, dan lebih dari orang lain. Dia adalah masa laluku yang terpendam. Dia adalah sifat gilaku yang kukekang. Namun pengaruhnya setara dengan diriku. Hingga tanpa sadar kepribadian itu muncul. Aku berusaha mengendalikannya. Mencoba. Namun satu yang kutahu. Segalanya telah terlambat.
Aku tahu dengan pasti, bahwa sex adalah kebutuhan dasar semua manusia. Namun aku tahu jelas dan pasti bahwa segalanya memiliki batasan-batasan tersendiri. Mungkin hanya prinsip yang mengakar pada alam bawah sadarku lah yang menolongku. Setidaknya aku masih dapat mempertahankan keperawananku hingga detik ini.
Aku menyukai lelaki yang salah. Batinku hari itu. Aku menyayanginya. Pada awalnya hanya menyayanginya. Hingga sampai suatu saat, dia meminta apa yang telah diminta lelaki lain padaku. Aku sedikit mengelak. Tak menjawab iya, atau tidak. Aku sudah tak ingin mengulang kesalahan yang sama. Aku ingin berusaha menjadi diriku. Hanya diriku. Bukan masa laluku.
Dan entahlah. Kepribadian itu selalu muncul disaat aku benar-benar tidak menginginkannya, atau amat membutuhkannya. Aku tak mengerti. Dan sekali lagi aku melakukan kesalahn yang sama. Aku ahanya bisa menangisinya di dalam alam bawah sadarku. Kemunculannya bagaikan mimpi bagiku. Seolah aku bermimpi tentang diriku sendiri. Dan begitu ku terbangun, segalanya telah menjadi nyata.
Namun kali ini berbeda. Lelaki ini berkata jika apa yang dia minta adalah yang terakhir kalinya. Dia berkata seoloah dia benar-benar menghargaiku. Diriku. Bukan yang lain.
Kesalahanku adalah mendengarkan apa yang dia katakan dalam mimpi-mimpiku yang nyata. Aku mendengarkannya dan berharap kata-kata itu kan menjadi nyata. Namun apa yang dia katakan tak lebih janji-janji busuk yang lain. Dan aku. Tersiksa pada mimipi-mimpi panjang tentang cinta yang tak kan pernah nyata.
Kini aku terbangun dari mimpi-mimpi panjang ku yang menyakitkan. Aku ingin bangkit. Dari apa yang telah mengekang diriku. Aku ingin bebas dari diriku sendiri. Namun pada kenyataannya, bayang mimpi-mimpi nyata itu akan terus membayangiku selamanya.
Ponorogo, 27 September 2009
Aku menangisi hariku. Menangisi kesalahan yang hari ini telah ku perbuat. Bercinta dengan pacar-pacar ku. Tuhan, aku ingin berhenti melakukan ini semua. Untuk kesekian kalinya aku menangisi kesalahan yang tak kulakukan. Aku mulai asing dengean hari-hari ku. Dan tentu saja, diriku.
Aku tak pernah mengerti kenapa harus diriku yang dikaruniai kelebihan yang menurutku unik pada awalnya. Namun, hal yang berusaha ku kendalikan, merusak ku. Perlahan. Aku memiliki kepribadian ganda. Tak banyak yang tahu akan hal ini. Aku selalu ingin terjaga. Bagaimanapun keadaan ku. Aku berusaha tak melamun, berkonsentrasi penuh pada apa yang kualakukan. Karna suatu saat tanpa sadar, kepribadian ku yang lain muncul.
Aku menyayangi kepribadian itu sekaligus membencinya. Dia adalah diriku. Namun aku merasa asing dengannya. Namaku nixie, dan kepribadian ku yang lain menamainya nicky. Nicky adalah pribadi yang tegar, cuek, cerdas, penuh perhitungan dalam hal-hal yang dia kerjakan. Terlihat seperti pribadi yang menarik dan misterius. Namun satu yang kubenci darinya. Kegilaannya! Dia tak kan peduli hal itu salah atau benar jika menyukainya. Dia akan melakukannya apapun halangannya. Dan makhluk ini sangat menyukai hal-hal gila. Dia senang melanggar peraturan.
Dia membuatku terlihat berbeda. Cerdas, dan lebih dari orang lain. Dia adalah masa laluku yang terpendam. Dia adalah sifat gilaku yang kukekang. Namun pengaruhnya setara dengan diriku. Hingga tanpa sadar kepribadian itu muncul. Aku berusaha mengendalikannya. Mencoba. Namun satu yang kutahu. Segalanya telah terlambat.
Aku tahu dengan pasti, bahwa sex adalah kebutuhan dasar semua manusia. Namun aku tahu jelas dan pasti bahwa segalanya memiliki batasan-batasan tersendiri. Mungkin hanya prinsip yang mengakar pada alam bawah sadarku lah yang menolongku. Setidaknya aku masih dapat mempertahankan keperawananku hingga detik ini.
Aku menyukai lelaki yang salah. Batinku hari itu. Aku menyayanginya. Pada awalnya hanya menyayanginya. Hingga sampai suatu saat, dia meminta apa yang telah diminta lelaki lain padaku. Aku sedikit mengelak. Tak menjawab iya, atau tidak. Aku sudah tak ingin mengulang kesalahan yang sama. Aku ingin berusaha menjadi diriku. Hanya diriku. Bukan masa laluku.
Dan entahlah. Kepribadian itu selalu muncul disaat aku benar-benar tidak menginginkannya, atau amat membutuhkannya. Aku tak mengerti. Dan sekali lagi aku melakukan kesalahn yang sama. Aku ahanya bisa menangisinya di dalam alam bawah sadarku. Kemunculannya bagaikan mimpi bagiku. Seolah aku bermimpi tentang diriku sendiri. Dan begitu ku terbangun, segalanya telah menjadi nyata.
Namun kali ini berbeda. Lelaki ini berkata jika apa yang dia minta adalah yang terakhir kalinya. Dia berkata seoloah dia benar-benar menghargaiku. Diriku. Bukan yang lain.
Kesalahanku adalah mendengarkan apa yang dia katakan dalam mimpi-mimpiku yang nyata. Aku mendengarkannya dan berharap kata-kata itu kan menjadi nyata. Namun apa yang dia katakan tak lebih janji-janji busuk yang lain. Dan aku. Tersiksa pada mimipi-mimpi panjang tentang cinta yang tak kan pernah nyata.
Kini aku terbangun dari mimpi-mimpi panjang ku yang menyakitkan. Aku ingin bangkit. Dari apa yang telah mengekang diriku. Aku ingin bebas dari diriku sendiri. Namun pada kenyataannya, bayang mimpi-mimpi nyata itu akan terus membayangiku selamanya.
Ponorogo, 27 September 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)