Sunday, October 18, 2009

tanyakan

bertanyalah!!
pada diriku!
pada dirimu!
kau!
aku!
tanyakan!
yg kau lakukan,,
yang ku benci,,
melebur,,
meredam,
meledakkan emosi,
darah suci,
tertumpah,
dan apa yg kau lakukan?
berdiri di sudut itu!!
hanya berdiri!
tanpa ekspresi?
puaskah?
dirimu,,

hero-Enrique Iglesias

Let me be your hero

Would you dance,
If I asked you to dance?
Would you run,
And never look back?
Would you cry,
If you saw me crying?
And would you save my soul, tonight?

Would you tremble,
If I touched your lips?
Would you laugh?
Oh please tell me this.
Now would you die,
For the one you love?
Hold me in your arms, tonight.

I can be your hero, baby.
I can kiss away the pain.
I will stand by you forever.
You can take my breath away.

Would you swear,
That youll always be mine?
Or would you lie?
Would you run and hide?
Am I in too deep?
Have I lost my mind?
I dont care...
Youre here, tonight.

I can be your hero, baby.
I can kiss away the pain.
I will stand by you forever.
You can take my breath away.

Oh, I just wanna to hold you.
I just wanna to hold you.
Oh yeah.
Am I in too deep?
Have I lost my mind?
Well I dont care...
Youre here, tonight.

I can be your hero, baby.
I can kiss away the pain.
I will stand by your forever.
You can take my breath away.

I can be your hero.
I can kiss away the pain.
And I will stand by you, forever.
You can take my breath away.
You can take my breath away.

I can be your hero.

Sunday, September 27, 2009

Tentang Cinta Dan Mimpi Panjang

Aku ingin mencintai laki-laki yang menyayangiku apa adanya. Bukan laki-laki yang memandangku hanya dari tubuhku, atau bagaimana cara memanfaatkannya. Aku tak pernah meminta banyak hal. Hanya cinta. Terlalu banyak kah?
Aku menangisi hariku. Menangisi kesalahan yang hari ini telah ku perbuat. Bercinta dengan pacar-pacar ku. Tuhan, aku ingin berhenti melakukan ini semua. Untuk kesekian kalinya aku menangisi kesalahan yang tak kulakukan. Aku mulai asing dengean hari-hari ku. Dan tentu saja, diriku.
Aku tak pernah mengerti kenapa harus diriku yang dikaruniai kelebihan yang menurutku unik pada awalnya. Namun, hal yang berusaha ku kendalikan, merusak ku. Perlahan. Aku memiliki kepribadian ganda. Tak banyak yang tahu akan hal ini. Aku selalu ingin terjaga. Bagaimanapun keadaan ku. Aku berusaha tak melamun, berkonsentrasi penuh pada apa yang kualakukan. Karna suatu saat tanpa sadar, kepribadian ku yang lain muncul.
Aku menyayangi kepribadian itu sekaligus membencinya. Dia adalah diriku. Namun aku merasa asing dengannya. Namaku nixie, dan kepribadian ku yang lain menamainya nicky. Nicky adalah pribadi yang tegar, cuek, cerdas, penuh perhitungan dalam hal-hal yang dia kerjakan. Terlihat seperti pribadi yang menarik dan misterius. Namun satu yang kubenci darinya. Kegilaannya! Dia tak kan peduli hal itu salah atau benar jika menyukainya. Dia akan melakukannya apapun halangannya. Dan makhluk ini sangat menyukai hal-hal gila. Dia senang melanggar peraturan.
Dia membuatku terlihat berbeda. Cerdas, dan lebih dari orang lain. Dia adalah masa laluku yang terpendam. Dia adalah sifat gilaku yang kukekang. Namun pengaruhnya setara dengan diriku. Hingga tanpa sadar kepribadian itu muncul. Aku berusaha mengendalikannya. Mencoba. Namun satu yang kutahu. Segalanya telah terlambat.
Aku tahu dengan pasti, bahwa sex adalah kebutuhan dasar semua manusia. Namun aku tahu jelas dan pasti bahwa segalanya memiliki batasan-batasan tersendiri. Mungkin hanya prinsip yang mengakar pada alam bawah sadarku lah yang menolongku. Setidaknya aku masih dapat mempertahankan keperawananku hingga detik ini.
Aku menyukai lelaki yang salah. Batinku hari itu. Aku menyayanginya. Pada awalnya hanya menyayanginya. Hingga sampai suatu saat, dia meminta apa yang telah diminta lelaki lain padaku. Aku sedikit mengelak. Tak menjawab iya, atau tidak. Aku sudah tak ingin mengulang kesalahan yang sama. Aku ingin berusaha menjadi diriku. Hanya diriku. Bukan masa laluku.
Dan entahlah. Kepribadian itu selalu muncul disaat aku benar-benar tidak menginginkannya, atau amat membutuhkannya. Aku tak mengerti. Dan sekali lagi aku melakukan kesalahn yang sama. Aku ahanya bisa menangisinya di dalam alam bawah sadarku. Kemunculannya bagaikan mimpi bagiku. Seolah aku bermimpi tentang diriku sendiri. Dan begitu ku terbangun, segalanya telah menjadi nyata.
Namun kali ini berbeda. Lelaki ini berkata jika apa yang dia minta adalah yang terakhir kalinya. Dia berkata seoloah dia benar-benar menghargaiku. Diriku. Bukan yang lain.
Kesalahanku adalah mendengarkan apa yang dia katakan dalam mimpi-mimpiku yang nyata. Aku mendengarkannya dan berharap kata-kata itu kan menjadi nyata. Namun apa yang dia katakan tak lebih janji-janji busuk yang lain. Dan aku. Tersiksa pada mimipi-mimpi panjang tentang cinta yang tak kan pernah nyata.
Kini aku terbangun dari mimpi-mimpi panjang ku yang menyakitkan. Aku ingin bangkit. Dari apa yang telah mengekang diriku. Aku ingin bebas dari diriku sendiri. Namun pada kenyataannya, bayang mimpi-mimpi nyata itu akan terus membayangiku selamanya.


Ponorogo, 27 September 2009

Saturday, September 19, 2009

satu yang kurasakan,,,

Satu yang kuarasakan saat ini, perih.
Ya.
Aku seperti menghianati sebeuah janji yang sebenernya segala kebaikan atas janji itu hanya untukku.
Aku ingin meminta maaf atas apa yang terjadi pada hidupku kini.
Entah pada siapa?
Pada diriku sendiri kah?
Janji masa laluku kah?
Atau mungkin pada Tuhan yang telah menciptakan ku?
Segalanya kembali pada diriku. Lagi.
Aku seperti kehilangan asa, mimpi, kata, semuanya.
Adakah aku memang harus pergi dari dunia?
Aku merana dalam indahnya dunia.
Aku seperti tak mengerti arti dunia ini bagiku.
Akan siapakah aku?
Diamanakah aku dan untuk apa aku diciptakan dan diletakkan di dunia luas ini?
Aku.
Seperti masih tak mengerti.
Bimbang dan bertanya.
Saat yang ku tau aku tak pernah mendapat satu jawaban pun.
Aku ingin menangis dalam gelapnya kesendirian.
Namun hanya bahu kesendirian yang temani ku merengek.
Hati ku seperti hilang. Dan kosong. Layaknya tak berisi.
Ia padam. Tak bercahaya.
Aku hanya ingin hilang.
Tak bisakah?

Friday, September 18, 2009

Tentang sahabat,,

Ada kalanya kita bersedih, adakalanya kita gembira. Hanya itu yang saat ini bisa terucap dariku. Aku mencoba untuk bangkit saat semuanya belum terlambat. Tak ada yang terlambat, tekatku saat itu. Aku mencoba bangkit dari bayang-bayang hidup ku yang tak jelas, kelam, hancur lebih tepatnya. Aku, bangkit untuk yang kesekian kalinya.
Berharap segalanya berjalan baik, tak semudah itu bagiku. Bayangan kehidupan ku masih mengejar ku. Seolah mereka memanggil ku sekali lagi memasuki jalan-jalan gelap itu sekali lagi. Tapi aku menghindar, dan rencana Tuhan sungguh luar biasa. Lewat banyak orang Dia berusaha mengingatkan dan mengembalikanku ke jalan-Nya yang lurus. Teman-teman yang luar biasa. Itu kuncinya.
Saat aku merasa dirudung sedih, mereka seolah dapat memberikanku beribu sayap-sayap kecil untuk bangkit. Pertanyaan, canda, tawa, nasihat, ilmu, pengalaman, curahan hati. Aku belajar banyak hal dari sahabat-sahabtku yang berjiwa besar dan luar biasa menurutku.
Mereka tempat satu-satunya bagiku untuk berbagi dan menangis, serta mengadu banyak hal. Aku paham bahwa Tuhan lebih pantas untuk itu semua. Tapi aku merasa bahwa sahabat-sahabatku adalah malaikat kecil yang dikirim Tuhan padaku.
Dan berkat mereka kini, aku jadi seseorang yang lebih baik dari masa lalu ku. Aku merasa lebih besar dan berarti. Dan saat aku menulis tulisan ini, aku merasa berterima kasih pada masa lalu, sahabat-sahabat ku, serta Tuhan yang menciptakan takdir. Takdir bagiku. Takdir untuk bertemu sahabat-sahabat ku.
Kata yang paling ingin kuucap adalah,

Terimakasih Sahabat,,,



Banjarbaru, 16 September 2009
Untuk semua sahabat-sahabtku.

Thursday, September 10, 2009

tentang terbang,,,

terbang itu menyakitkan,
jika sayap-sayap patah
indah,
jika seseorang menjadi sayapmu
bahagia,
jika seseorang menopangmu,
namun,
aku tak pernah rasakan,
kecuali rasa sakit.
sayapku selalu patah,
meski kurajut
sedemikian halus,
namun hancur,
aku bagai tak ingin terbang lagi,,

Friday, September 4, 2009

menanti..

nanti aku terdampar,
tersandung,
oleh kelam,
oleh penat,
adakah penolong?
bangkitkan diriku?
beri ku sayap,
untuk terbang sekali lagi,
mnuju asa,
bawa mimpi,
adakah?
ku menantinya.
disini..